Kenapa Jujur Harus Berani?


Tahukan anda dengan permainan “Jujur atau Berani”? Dalam permainan ini, seseorang yang dikenai hukuman akan diberi pilihan berupa jujur dalam menjawab pertanyaan atau berani melakukan sesuatu yang diberikan oleh pemain lain. Tentu saja banyak orang yang memilih berani daripada mengungkapkan kejujuran di depan teman-temannya. Demi melindungi rahasia yang dipendamnya, pemain yang diberi hukuman rela melakukan sesuatu yang diperintahkan lawan teman mainnya. Salah satu contoh ini membuktikan bahwa masih banyak orang takut untuk mengungkapkan kejujuran di depan orang-orang daripada berani melakukan sesuatu.

Masalah kejujuran bisa menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang jika ia melakukan sesuatu yang melanggar dari ketentuan yang ada. Misalnya, saat ujian tentu ada peraturan yang menyatakan dilarang untuk menyontek. Orang yang jujur pasti tidak akan merasa terganggu dengan peraturan ini. Tetapi sebaliknya, orang yang tidak jujur pasti akan merasa tertekan, merasa ada tantangan yang harus dihadapinya untuk melanggar peraturan tersebut. Meskipun hasil yang didapat dari orang yang tidak jujur lebih baik dari orang yang jujur, tetap saja tidak memberikan arti kepuasan dari orang tidak jujur.

Orang yang jujur pasti tidak akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidupnya. Orang yang jujur juga akan mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Yang menjadi masalah orang yang tidak jujur masih selalu ada. Ketidakjujuran masih menghiasi kehidupan manusia di bumi ini. Tentu orang tidak jujur dapat menghambat perkembangan dirinya sendiri, keluarga, organisasi, bahkan hingga suatu negara. Yang lebih bahayanya lagi, ketidakjujuran ini menjadi trend dan mengucilkan orang yang jujur. Orang yang jujur dianggap sok baik atau sok pahlawan, hingga orang yang jujur merasa tertekan. Bahkan situasi seperti ini bisa saja membawa orang yang tadinya jujur menjadi ikut-ikutan tidak jujur.

Sudah banyak contoh kejadian-kejadian orang yang tidak jujur ini dalam skala yang besar. Salah satunya korupsi. Bahan yang dipermasalahkan tentang korupsi ini seperti tidak pernah habis. Masalah yang satu belum selesai, muncul masalah yang lain. Bayangkan saja, salah satu orang yang korupsi bisa merugikan keuangan negara milyaran hingga triliunan rupiah. Bukan hanya satu orang, banyak sudah yang melakukan tindakan dan juga membawa banyak pihak untuk bekerjasama demi meraup keuntungan masing-masing pribadi. Banyaknya pihak yang bekerjasama menunjukkan bahwa orang-orang khususnya Indonesia masih banyak melakukan aksi ketidakjujuran ini.

Korupsi membuat masyarakat semakin melarat. Dana yang seharusnya untuk perkembangan Indonesia telah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dikarenakan salah seorang berbuat tidak jujur dalam proses keuangan negara, maka keinginan negara untuk maju bisa terhambat. Perlu diingat, ketidakjujuran dalam skala yang besar ini tidak luput dari kebiasaan tidak jujur dalam skala yang kecil. Orang yang sudah biasa tidak jujur apalagi terbiasa sejak kecil, maka kedepannya akan sulit untuk menjadi orang yang jujur. Membiasakan untuk jujur itu penting agar terhindar dari sifat jelek tersebut.

Berani jujur itu hebat. Ini salah satu yang bisa menjadi motivasi buat kita semua. Orang yang jujur berarti bisa manaklukan awal dari kejahatan, bisa menghindari diri dari sanksi, bahkan bisa mendorong orang untuk selalu jujur karena melihat sikapnya. Semua orang bisa berbuat tidak jujur, tetapi tidak semua orang bisa dan mau melakukan kejujuran. Jujur juga memberikan arti berani menjalankan amanah dan perintah. Jika melakukan kesalahan, orang yang mengaku jujur atas kesalahannya berarti berani menerima resikonya dan berani bertanggung jawab. Itu menunjukkan bahwa berani jujur itu hebat, berani melawan awal dari kelicikan seseorang.

Jujur sebaiknya dibiasakan sejak kecil. Didikan orangtua sangat penting dan sangat berpangaruh disini. Orangtua sebaiknya selalu memastikan bahwa buah hatinya jujur dalam melakukan sesuatu, sehingga si anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur. Para pelajar juga harus membiasakan untuk menjawab soal dari hasil pemikirannya sendiri, tidak menyontek. Menyontek memang hal yang kecil, tapi ini merupakan awal dari ketidakjujuran seseorang di masa yang akan datang. Dan bagi pekerja juga bekerjalah secara jujur. Masuk tepat waktu dan selesai bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan. Para pekerja di instansi pemerintahan juga diharapkan untuk selalu jujur dalam mengelola negara ini. Buatlah Indonesia semakin maju, beranilah untuk jujur. Hindari segala hal yang akan membawa Indonesia menjadi merugi.

Salah satu pentingnya kejujuran bisa kita lihat dari operasional suatu bank. Kejujuran sangat diutamakan untuk memberikan kepercayaan terhadap nasabah dan calon nasabahnya. Bayangkan jika bank tidak jujur, orang-orang pasti tidak mau menabung di bank tersebut karena takut uang yang ditabung akan lenyap. Kepercayaan terhadap bank tersebut pun tentu akan hilang. Hal ini membuat bank terus mengutamakan kejujuran dalam mengelola uang nasabahnya. Kejujurannya menjadi hal pokok di setiap bank.

Manusia tidak akan rugi jika jujur. Jujur selalu mengantarkan manusia pada kebahagiaan. Justru orang yang tidak jujur cepat atau lambat maka akan celaka. Ketidakjujurannya pasti akan dituntut di dunia maupun di akhirat. Beranilah untuk jujur. Jujur merupakan kunci utama kesuksesan seseorang. Ayo semua, mari mulai membiasakan untuk jujur. Berani jujur itu hebat! Jujur harus berani!

Silahkan Komentarnya, Mumpung Gratis

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s